Dua Kanal yang Melewati Indonesia: Kawasan Tiongkok yang Sudah Berdiri dan Komitmen Amerika yang Masih Berjalan
Indonesia tidak duduk di meja perundingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Tetapi keduanya adalah mitra yang menentukan bagi ekonomi Indonesia dari dua arah sekaligus: Tiongkok sebagai salah satu sumber penanaman modal asing terbesar, dan Amerika Serikat sebagai pasar tujuan ekspor yang aturannya baru saja diubah.
Sepanjang 2026 kedua kanal itu bergerak pada waktu yang hampir bersamaan, dan arah geraknya saling mengikat. Efeknya muncul pada empat sektor sekaligus: manufaktur otomotif dan komponen, kawasan industri, logistik, serta energi dan utilitas.
Kanal pertama: modal yang masuk
Realisasi investasi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, dengan penanaman modal asing sekitar separuhnya — Rp250,0 triliun pada triwulan pertama dan Rp257,7 triliun pada triwulan kedua.
Komposisi negara asalnya yang menjelaskan kanal ini. Sepanjang semester pertama, Singapura mencatat US$8,8 miliar, Hong Kong US$7,8 miliar, Tiongkok US$3,9 miliar, Jepang US$1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$1,7 miliar. Gabungan Hong Kong dan Tiongkok mencapai US$11,7 miliar — 6,88 kali lipat modal yang datang dari Amerika Serikat, dan 1,33 kali lipat catatan Singapura.
Yang lebih menentukan adalah perubahannya di triwulan kedua. Hong Kong menjadi penyumbang investasi terbesar pada satu triwulan dengan US$5,5 miliar, melampaui Singapura untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan sebabnya secara langsung: Tiongkok berinvestasi lebih agresif melalui Hong Kong pada periode itu. Lima negara teratas menyumbang 79,6% seluruh modal asing yang masuk.
Satu catatan pembacaan perlu berdiri bersama angka ini. Singapura dan Hong Kong sering berperan sebagai perantara, bukan sumber modal akhir, sehingga negara pencatat tidak selalu sama dengan negara asal dana. Konsentrasi pada sedikit yurisdiksi itu sendiri adalah risiko bila dinamika geopolitik berubah.
Ke mana modal itu mendarat
Kanal modal ini tidak mengalir ke perakitan ringan yang biasa dibayangkan dalam pembicaraan relokasi manufaktur.
Pada triwulan pertama 2026, subsektor industri logam dasar dan barang logam menyerap US$3,7 miliar, atau 24,5% seluruh modal asing. Jasa lainnya menyusul dengan US$2,1 miliar (14,2%), lalu pertambangan US$1,1 miliar (7,1%). Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menerima US$0,9 miliar (6,2%), setara dengan listrik, gas, dan air.
Pada triwulan kedua, realisasi di bidang hilirisasi mencapai Rp152,7 triliun, atau 29,8% dari total investasi periode itu. Urutan komoditasnya bergeser: bauksit untuk pertama kalinya menempati posisi teratas, menggeser nikel.
Arah ini punya konsekuensi yang bisa dihitung. Realisasi Rp1.010,6 triliun pada semester pertama menyerap 1,44 juta tenaga kerja langsung. Rasionya Rp702 juta modal untuk setiap satu lapangan kerja. Struktur padat modal seperti smelter dan pengolahan mineral memang menghasilkan angka setinggi itu; perakitan padat karya menghasilkan angka yang jauh lebih rendah.
Proyek yang membentuk kanal pertama
Angka agregat di atas punya alamat. Dua provinsi yang masuk lima besar realisasi triwulan kedua — Maluku Utara Rp40,2 triliun dan Sulawesi Tengah Rp36,6 triliun, gabungan Rp76,8 triliun atau 15,01% realisasi periode itu — adalah lokasi dua kawasan industri terpadu berbasis nikel.
Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah berdiri sejak nota kesepahaman 3 Oktober 2013 dan mulai beroperasi Januari 2015. Sahamnya dipegang Shanghai Decent Investment — lengan investasi Tsingshan Holding Group — sebesar 49,69%, PT Bintang Delapan Investama 25,31%, dan PT Sulawesi Mining Investment 25%. Investasi kumulatifnya mencapai sekitar US$34,3 miliar sampai akhir 2024, menampung lebih dari 50 perusahaan. Proyek pertamanya adalah smelter Sulawesi Mining Investment di lahan 230 hektare dengan kapasitas 300 ribu ton nickel pig iron per tahun, disertai pembangkit listrik tenaga uap 2x65 megawatt. Perusahaan Tiongkok lain yang beroperasi di dalamnya mencakup Guangqing Nickel, Indonesia Ruipu Nichrome, Dexin Steel Indonesia, dan Indonesia Tsingshan Stainless Steel.
Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah bermula dari usaha patungan Tsingshan dan Eramet pada Juni 2017; Eramet kemudian melepas sahamnya. Kepemilikannya kini dipegang empat perusahaan Tiongkok — Tsingshan 32% sebagai operator utama, bersama Huayou, CATL, dan Zhenshi. Nilai investasinya sekitar US$7,5 miliar dengan proyeksi 18.000 pekerja. Statusnya ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional lewat Perpres No. 109/2020 dan sebagai Obyek Vital Nasional berdasarkan Keppres No. 63/2004 — status yang mempercepat pembebasan lahan dan memberi perlindungan operasional.
Digabung, kedua kawasan itu mewakili sekitar US$41,8 miliar modal yang sudah berupa pabrik, pembangkit, dan pelabuhan yang beroperasi.
Satu catatan perlu berdiri sejajar dengan angka investasinya. Ledakan tungku di smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel pada Desember 2023 menewaskan sedikitnya 18 pekerja, termasuk pekerja asal Tiongkok, dan melukai puluhan lainnya. Insiden tungku kembali terjadi pada Oktober 2024. Catatan pemantau industri menempatkan hampir separuh kematian terkait industri nikel Indonesia sepanjang 2015 sampai 2024 di kawasan IMIP.
Di luar nikel, kanal yang sama muncul di otomotif. BYD membeli 108 hektare lahan di Fase 2 Subang Smartpolitan milik PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) pada April 2024, menjadikannya penyewa terbesar pertama kawasan itu. Nilai investasinya sekitar US$1 miliar atau Rp16 triliun, dengan kapasitas rancangan 150.000 unit per tahun dan proyeksi 18.000 pekerja. Konstruksi rampung akhir 2025, uji coba praproduksi berjalan awal 2026, dan produksi massal ditargetkan triwulan pertama 2026. Di kawasan yang sama, Polytron membangun fasilitas paket baterai kendaraan listrik dengan target konstruksi rampung akhir 2026. Sebagai pembanding, VinFast asal Vietnam sudah meresmikan fasilitasnya lebih dulu pada Desember 2025 di lahan 171 hektare dengan kapasitas awal 50.000 unit per tahun.
Kanal kedua: akses pasar yang diatur ulang
Pada 24 Juli 2026 lapisan tarif yang berlaku atas barang Indonesia berubah.
Urutannya menentukan umur kebijakannya. Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal berbasis IEEPA pada 20 Februari 2026. Pungutan global 10% berdasarkan Section 122 menggantikannya sementara dan berakhir demi hukum pada 24 Juli setelah berjalan lima bulan. Pada saat yang sama, tindakan akhir Section 301 atas isu kerja paksa mulai berlaku terhadap 60 mitra dagang.
Indonesia masuk kelompok pertama bersama 16 ekonomi lain — di antaranya Malaysia, Kamboja, Meksiko, dan Kanada — pada tarif tambahan 10%. Tiongkok, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina masuk kelompok kedua bersama 33 ekonomi lain pada 12,5%. Selisihnya 2,5 poin persentase atas nilai pabean.
Satu ketentuan bergerak ke arah sebaliknya. Tekstil asal Indonesia, Malaysia, Bangladesh, dan Kamboja memperoleh mekanisme kuota tarif selama tiga tahun: sejumlah volume tertentu masuk tanpa tarif Section 301 sepanjang memakai kapas dan bahan tekstil asal Amerika Serikat.
Lapis 10% itu sendiri punya sebab yang bisa ditelusuri. USTR menempatkan ekonomi yang telah berkomitmen lewat perjanjian dagang timbal balik pada lapis 10%. Indonesia menandatangani perjanjian itu di Washington pada 19 Februari 2026 — sehari setelah izin usaha pertambangan khusus PT Freeport Indonesia diperpanjang hingga 2061 lewat nota kesepahaman dengan Freeport-McMoRan.
Bentuk kanal Amerika Serikat berbeda dari kanal Tiongkok. Pada rangkaian pertemuan Februari 2026 tercatat sebelas nota kesepahaman senilai US$38,4 miliar antara pelaku usaha kedua negara, ditambah komitmen Freeport menambah investasi sekitar US$20 miliar dalam dua puluh tahun ke depan. Totalnya sekitar US$58,4 miliar — angka yang lebih besar dari realisasi kanal Tiongkok, tetapi berbentuk komitmen bertahap, bukan realisasi berjalan. Dibagi rata dua puluh tahun, nilainya sekitar US$2,92 miliar per tahun.
Proyek Amerika Serikat yang sudah berdiri terkonsentrasi pada satu perusahaan. Smelter Manyar milik Freeport Indonesia berdiri di lahan 100 hektare dalam kawasan JIIPE Gresik yang dikelola AKR Corporindo bersama Pelindo, dengan nilai investasi US$3,7 miliar atau sekitar Rp58 triliun. Kapasitasnya 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun, menghasilkan 600 sampai 700 ribu ton katoda tembaga. Produksi katoda perdananya berlangsung 23 September 2024, lalu terhenti setelah longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada 8 September 2025. Pengolahan konsentrat dijadwalkan kembali berjalan Agustus 2026 dan produksi September 2026, seiring pemulihan kapasitas tambang ke sekitar 65% pada paruh kedua 2026, 75% pada paruh pertama 2027, dan penuh pada paruh kedua 2027.
Perwakilan Dagang Amerika Serikat menyebut negara sasaran mencakup sekitar 99% total impornya, sehingga lapis 10% adalah dasar yang luas, bukan kekhususan. Tindakan ini berakhir otomatis empat tahun setelah berlaku kecuali diperpanjang, dan dapat diubah lebih awal. Pemerintah Indonesia menyatakan terus berkonsultasi dengan Perwakilan Dagang untuk memperoleh tarif yang lebih kompetitif.
Titik temu kedua kanal
Di sinilah posisi pihak ketiga menjadi rumit, dan bagian ini yang menurut saya paling menentukan.
Terpisah dari penyelidikan kerja paksa, Perwakilan Dagang Amerika Serikat membuka penyelidikan Section 301 atas dugaan kelebihan kapasitas manufaktur struktural pada 11 Maret 2026. Penyelidikan itu mencakup 16 ekonomi — Tiongkok, Jepang, Vietnam, India, Uni Eropa, Meksiko, dan Indonesia di antaranya. Sektor yang menjadi perhatian utamanya meliputi baja, aluminium, kaca, mesin, dan plastik.
Perhatikan irisannya. Modal yang masuk ke Indonesia paling besar mengalir ke industri logam dasar, dan bentuk fisiknya adalah IMIP dan IWIP — dua kawasan yang memproduksi nickel pig iron, baja nirkarat, dan bahan baterai. Penyelidikan yang masih terbuka menyoroti kelebihan kapasitas pada baja, aluminium, kaca, mesin, dan plastik. Kapasitas berasal Tiongkok yang mendarat di Indonesia karena itu bekerja dua arah: menambah nilai investasi yang tercatat, sekaligus menambah kemiripan Indonesia dengan objek yang sedang diselidiki.
Keunggulan tarif mengundang modal, dan modal yang datang menambah alasan bagi peninjauan tarif berikutnya. Kedua kanal itu bukan dua peristiwa terpisah.
Transmisi sektor: otomotif dan komponen
Sektor ini bergantung pada permintaan dalam negeri, bukan pada rakitan yang direlokasi.
Penjualan mobil nasional pada semester pertama 2026 naik 16% menjadi 437.000 unit. PT Astra International Tbk (ASII) memegang pangsa pasar grup 51%. Pendapatan bersihnya Rp157,9 triliun, turun 3% secara tahunan; laba bersih Rp12,5 triliun, turun 19%. Tanpa pos tak berulang sebesar Rp2,4 triliun dari penyesuaian nilai wajar investasi dan penurunan nilai aset, labanya Rp14,9 triliun atau turun 7%. Yang menekan datang dari luar otomotif: penjualan alat berat Komatsu turun 27% menjadi 1.994 unit, dan penjualan emas turun dari 125.000 ons menjadi 23.000 ons.
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan pendapatan Rp3,157 triliun, naik 14% dari Rp2,774 triliun, dengan laba pemilik entitas induk Rp282,99 miliar naik 17,83% dari Rp240,17 miliar. Segmen roda dua menyumbang Rp1,847 triliun naik 7%, sementara roda empat melonjak 36% menjadi Rp848 miliar. Perseroan memperluas kapasitas di fasilitas Jababeka dan Bekasi — dua lokasi yang juga muncul pada bagian kawasan industri di bawah.
PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencatat laba pemilik entitas induk Rp550,98 miliar sampai Juni 2026, dengan ekuitas Rp4,01 triliun. Sebagian besar pendapatannya berdenominasi dolar Amerika Serikat sehingga pelemahan rupiah bekerja sebagai lindung nilai alami, meski bahan bakunya sebagian diimpor.
Angka semester pertama PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) belum tersedia pada saat penulisan, sehingga emiten itu tidak dimasukkan dalam peta ini.
Transmisi sektor: kawasan industri
Kawasan industri adalah tempat kedua kanal mendarat secara fisik, dan keduanya mendarat di kawasan milik emiten tercatat: BYD di Subang Smartpolitan milik SSIA, dan Smelter Manyar Freeport di JIIPE milik AKRA bersama Pelindo. Di dalam Jawa, geografi upah menentukan lokasinya.
Upah minimum 2026 di lokasi kawasan milik emiten tercatat membentang dari Kota Bekasi Rp5.999.443 dan Kabupaten Bekasi Rp5.938.885, lalu Karawang Rp5.886.853, Batam Rp5.357.982, Gresik Rp5.195.401, Subang Rp3.737.482, sampai Kendal Rp2.992.994. Rentangnya 2,00 kali; Kendal berada 49,60% di bawah Kabupaten Bekasi. Angka-angka itu lahir dari satu rumus dalam PP No. 49/2025 — inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dikalikan alfa 0,5 sampai 0,9 — yang dihitung ulang tiap tahun.
Jejaknya sudah terbaca. PT Jababeka Tbk (KIJA) mengoperasikan kawasan di Cikarang dan Kendal sekaligus, dan pada semester pertama 2026 menjual 51 hektare lahan: 48 hektare di Kendal, tiga hektare di Cikarang. Pendapatannya Rp2,43 triliun turun 11%, dengan rugi bersih Rp6,4 miliar dari laba Rp627,6 miliar setahun sebelumnya, sementara pendapatan berulang infrastruktur naik 15% dan menyumbang 57% pendapatan konsolidasi.
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat pendapatan Rp1,80 triliun dari Rp613,36 miliar dengan laba bersih Rp1,19 triliun naik 170,45%. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), pemegang Suryacipta di Karawang dan Subang Smartpolitan, membukukan laba Rp262,55 miliar berbalik dari rugi Rp32,34 miliar. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) mencatat pendapatan Rp380,42 miliar naik 303,35% tetapi masih rugi Rp144,32 miliar. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadwalkan transaksi sekitar 40 hektare lahan JIIPE pada Agustus sampai September 2026.
Nilai satu keputusan lokasi bisa dihitung. Selisih upah minimum Cikarang terhadap Kendal Rp2.945.891 per pekerja per bulan, atau Rp35.350.692 setahun. Untuk pabrik seribu pekerja, selisihnya Rp35,35 miliar setahun — dan agar keunggulan tarif 2,5 poin menyamainya, pabrik itu harus mengekspor sekitar Rp1,414 triliun per tahun ke Amerika Serikat.
Transmisi sektor: logistik
Logistik menerima volume dari perpindahan rantai pasok tanpa bergantung pada arah perpindahannya.
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membukukan pendapatan US$421,76 juta pada semester pertama 2026, naik 11% dari US$379,08 juta, dengan laba bersih US$32,52 juta naik dari US$29,30 juta. EBITDA-nya melonjak 38% menjadi US$132,8 juta dan total aset naik menjadi US$1,48 miliar.
Bentuk pendapatannya menunjukkan sumber paparannya: jasa angkutan US$273,86 juta, keagenan, forwarding, dan kegiatan pelabuhan US$57,98 juta, sewa kapal berbasis waktu US$46,24 juta, penanganan peti kemas US$33,96 juta, dan lain-lain US$9,72 juta.
Perbaikannya datang belakangan. Pada triwulan pertama laba bersihnya masih US$10,1 juta, turun dari US$15,5 juta, sehingga seluruh perbaikan semester berasal dari triwulan kedua — periode yang bertepatan dengan penyusunan ulang lapisan tarif.
Angka semester pertama PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) belum tersedia pada saat penulisan dan karena itu tidak dimasukkan.
Transmisi sektor: energi dan utilitas
Sektor ini menopang dari sisi masukan, dan pada 2026 perbaikannya datang dari marjin, bukan dari volume.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat laba bersih US$121,84 juta atau setara Rp2,09 triliun pada triwulan pertama 2026, naik 35,1% dari Rp1,55 triliun, meski pendapatannya menurun. Struktur keuangannya membaik: liabilitas turun dari Rp45,1 triliun menjadi Rp42,52 triliun, ekuitas naik menjadi Rp64,07 triliun, rasio utang terhadap ekuitas turun dari 0,73 kali menjadi 0,66 kali, dan rasio lancar naik dari 1,77 kali menjadi 2,01 kali.
Gas industri dan tenaga listrik adalah masukan yang dicari kawasan industri, sehingga ketersediaannya ikut menentukan pilihan lokasi pabrik. Satu hal bersaing pada sumber daya yang sama: permintaan lahan dari pusat data bersifat padat modal, tipis serapan tenaga kerja, dan menyedot daya listrik dalam jumlah besar.
Untuk pemetaan eksposur energi, struktur korporasi perlu dibedakan. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) berganti nama pada 2025 setelah memisahkan bisnis batu bara termalnya ke PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Eksposur batu bara termal berada di AADI, sementara fokus Alamtri bergeser ke mineral, energi terbarukan, dan proyek aluminium. Angka semester pertama kedua entitas belum saya verifikasi, sehingga keduanya tidak masuk peta angka di atas.
Transmisi jangka panjang
Dalam hitungan tahun, yang berubah adalah komposisi modal dan peta lokasinya, bukan keanggotaan Indonesia dalam rantai pasok.
Rasio Rp702 juta modal per satu lapangan kerja adalah angka struktural, bukan kebetulan satu semester. Selama komposisi modal condong ke logam dasar, pertambangan, dan hilirisasi, kenaikan nilai investasi tidak berjalan seiring dengan kenaikan penyerapan tenaga kerja dalam proporsi yang sama.
Sebaran wilayahnya sudah bergerak. Pada triwulan kedua 2026 investasi di luar Jawa mencapai Rp256,5 triliun (50,1%), hampir seimbang dengan Jawa Rp255,3 triliun (49,9%). Di dalam Jawa sendiri, rentang UMK 2,00 kali memindahkan pabrik padat karya ke koridor Jawa Tengah tanpa perlu keluar dari Indonesia.
Umur kedua kanal berbeda. Lapis tarif 10% berakhir otomatis dalam empat tahun kecuali diperpanjang, dan hasil penyelidikan kelebihan kapasitas dapat mengubahnya lebih cepat. Struktur upah antarkabupaten dan komposisi modal asing bergerak lebih lambat dan bertahan lebih lama.
Sisi Lain
Bacaan di atas punya beberapa titik lemah yang perlu berdiri sejajar dengan datanya.
Perbandingan 6,88 kali memakai angka realisasi. Komitmen Amerika Serikat senilai US$58,4 miliar belum masuk ke dalam angka itu karena belum tercatat sebagai realisasi, sehingga rasio tersebut menggambarkan tahap, bukan hanya ukuran.
Negara pencatat bukan negara asal. Atribusi modal Hong Kong dan Singapura kepada Tiongkok adalah perkiraan yang masuk akal dan diperkuat pernyataan menteri, tetapi bukan kepastian akuntansi. Sebagian dana yang tercatat dari kedua yurisdiksi itu berasal dari sumber lain.
Rasio modal per pekerja adalah rata-rata yang menutupi sebaran. Proyek padat karya tetap berjalan dan tidak terlihat pada angka agregat; kesimpulan tentang serapan tenaga kerja berlaku untuk komposisi keseluruhan, bukan untuk setiap proyek.
UMK adalah lantai, bukan upah rata-rata. Ketentuannya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun, sehingga jarak upah riil antarkabupaten bisa lebih sempit daripada jarak upah minimumnya. Biaya logistik, harga lahan, dan kematangan ekosistem pemasok juga dapat menutup sebagian selisih itu.
Vietnam berada di posisi kuat. Pencairan penanaman modal asingnya mencapai rekor lima tahun untuk paruh pertama, dengan pertumbuhan yang sebagian besar berasal dari proyek semikonduktor dan energi berskala besar. Selisih tarif 2,5 poin tidak mengubah keunggulan itu pada segmen bernilai tambah tinggi.
Dan kedua kanal bisa berubah arah. Tarif berumur empat tahun dan sedang ditinjau; komposisi modal asing dapat bergeser bila kebijakan hilirisasi atau harga komoditas berubah.
Titik Data
Temuan yang saya pegang: Indonesia menerima modal dari kanal Tiongkok sebesar 6,88 kali modal dari Amerika Serikat, sementara akses ke pasar Amerika Serikat diatur ulang pada saat yang hampir bersamaan — dan karena modal itu paling banyak mendarat di logam dasar, ia mendarat tepat di sektor yang sedang diselidiki.
Beberapa rilis akan menguji bacaan itu.
Realisasi investasi triwulan III 2026 dari Kementerian Investasi, biasanya terbit akhir Oktober. Posisi Hong Kong yang bertahan di puncak menguatkan pembacaan kanal modal lewat perantara; kembalinya Singapura ke posisi teratas melemahkannya.
Keputusan Section 301 atas kelebihan kapasitas manufaktur terhadap 16 ekonomi. Temuan yang menambahkan tarif di atas lapis 10% akan menutup atau membalik selisih 2,5 poin terhadap Vietnam, dan menyentuh langsung sektor logam yang menerima modal terbesar.
Restart Smelter Manyar pada September 2026. Produksi katoda yang benar-benar berjalan mengubah komitmen Amerika Serikat menjadi realisasi yang tercatat, dan mengangkat kurva pendapatan utilitas JIIPE bagi AKRA.
Produksi massal BYD di Subang. Unit pertama yang keluar dari lini produksi menguji apakah kapasitas rancangan 150.000 unit per tahun berjalan sesuai rencana, dan seberapa besar permintaan komponen yang mengalir ke pemasok lokal seperti DRMA.
Laporan kuartal ketiga emiten. Pemulihan laba ASII di luar segmen alat berat, lanjutan kenaikan EBITDA SMDR, dan pemulihan laba KIJA akan menunjukkan apakah kedua kanal sudah masuk ke angka perusahaan atau masih berhenti di data agregat.
Rasio penyerapan tenaga kerja pada rilis berikutnya. Nilai di bawah Rp600 juta per satu lapangan kerja menunjukkan komposisi modal mulai bergeser ke sektor padat karya; nilai di atas Rp800 juta menunjukkan sebaliknya.
Penetapan UMK 2027 pada Desember 2026. Alfa yang dipilih tiap daerah menentukan apakah rentang 2,00 kali melebar atau menyempit pada tahun berikutnya.
Sumber Data
Regulasi dan kebijakan
- United States Trade Representative, pemberitahuan tindakan akhir penyelidikan Section 301 mengenai kerja paksa, Federal Register 23 Juli 2026, berlaku 24 Juli 2026.
- United States Trade Representative, pembukaan penyelidikan Section 301 atas kelebihan kapasitas manufaktur struktural terhadap 16 ekonomi, 11 Maret 2026.
- Peraturan Pemerintah No. 49/2025 tentang Perubahan Kedua atas PP No. 36/2021 tentang Pengupahan.
- Keputusan gubernur tentang UMK 2026 di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau.
Data dan analisis lembaga
- Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, siaran pers dan data realisasi investasi triwulan I dan triwulan II 2026, termasuk komposisi negara asal, subsektor, lokasi, dan penyerapan tenaga kerja.
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, keterangan mengenai konsultasi tarif Section 301, 24 Juli 2026.
- Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB Universitas Indonesia, catatan mengenai lapisan tarif dan penyelidikan Section 301.
- Vietnam Chamber of Commerce and Industry, ringkasan tindakan akhir Section 301 dan mekanisme kuota tarif tekstil.
Profil dan keterangan proyek
- PT Indonesia Morowali Industrial Park: struktur kepemilikan, nilai investasi kumulatif, dan profil kawasan.
- PT Indonesia Weda Bay Industrial Park: struktur kepemilikan pasca-pelepasan saham Eramet; Perpres No. 109/2020 tentang penetapan Proyek Strategis Nasional; Keppres No. 63/2004 tentang Obyek Vital Nasional.
- Catatan keselamatan kerja kawasan nikel: laporan CNN Indonesia dan Jaringan Advokasi Tambang atas insiden Desember 2023 dan Oktober 2024.
- PT BYD Motor Indonesia dan PT Surya Semesta Internusa Tbk: keterangan mengenai pengadaan lahan, kapasitas, dan jadwal produksi pabrik Subang.
- PT Freeport Indonesia: keterangan mengenai Smelter Manyar, pemulihan tambang Grasberg Block Cave, dan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus.
- Keterangan pemerintah mengenai perjanjian dagang timbal balik Indonesia dan Amerika Serikat, 19 Februari 2026, serta nota kesepahaman pelaku usaha kedua negara.
Laporan dan keterangan emiten
- PT Astra International Tbk (ASII), PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM): kinerja semester I 2026.
- PT Jababeka Tbk (KIJA), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA): kinerja dan keterangan semester I 2026.
- PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR): paparan publik 30 Juli 2026 dan laporan triwulan I 2026.
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): laporan keuangan triwulan I 2026.
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): keterbukaan informasi mengenai pemisahan usaha.
Emiten yang disebut dalam draf tetapi tidak dimasukkan ke peta angka karena laporan periodenya belum terverifikasi pada saat penulisan: PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) dan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).
Hitungan turunan berikut — rasio modal Tiongkok dan Hong Kong terhadap Amerika Serikat, modal per satu lapangan kerja, rentang UMK antarlokasi, selisih biaya upah tahunan, gabungan nilai IMIP dan IWIP, gabungan komitmen Amerika Serikat, dan porsi dua provinsi terhadap realisasi triwulan kedua — dihitung dari angka-angka di atas.
Analisis data untuk edukasi, bukan rekomendasi investasi.
