Emas dan Dolar AS terhadap Rupiah: Korelasi, Drawdown, dan Alokasi Menurut Skenario Suku Bunga AS
Sepanjang lima tahun terakhir, selisih imbal hasil antara memegang emas dan memegang kas dolar Amerika Serikat — keduanya diukur dalam rupiah — bergerak dari −1,18 poin persentase sampai +69,90 poin persentase. Rentang sebesar 71 poin persentase itu tidak ditentukan oleh sifat kedua aset. Ia ditentukan oleh arah suku bunga The Fed pada tahun yang bersangkutan.
Tiga lapisan menentukan alokasi bagi pemegang rupiah: korelasi antara kedua aset dan kurs, drawdown masing-masing dalam rupiah, dan bobot yang mengikuti dari keduanya pada tiap skenario suku bunga AS.
Struktur: Emas Rupiah Selalu Memuat Dolar
Emas dunia dikutip per troy ounce dalam dolar AS; emas Antam dikutip per gram dalam rupiah. Jembatannya adalah perkalian:
Harga emas per gram (Rp) ≈ (Harga emas dunia per troy ounce ÷ 31,1035) × kurs USD/IDR
Perkalian itu memiliki satu konsekuensi yang menentukan seluruh aritmetika alokasi. Jika seorang investor menempatkan bobot w pada emas dan (1−w) pada kas dolar, imbal hasil portofolionya dalam rupiah adalah:
r = kurs + w × (harga emas dalam dolar)
Bagian kurs berdiri di depan tanda kurung. Lindung nilai terhadap pelemahan rupiah bernilai 100% pada setiap bobot. Emas tidak menggantikan proteksi kurs; ia memuat proteksi kurs dan menambahkan taruhan harga emas dolar di atasnya.
Angka 2026 memverifikasi identitas ini secara langsung. Kurs bergerak +6,81% dari Rp16.771 ke Rp17.913, emas dunia −1,10% dari US$4.384,46 ke US$4.336,02:
| Bobot emas | Bobot kas dolar | Imbal hasil rupiah 2026 |
|---|---|---|
| 0% | 100% | +6,81% |
| 25% | 75% | +6,51% |
| 50% | 50% | +6,22% |
| 100% | 0% | +5,63% |
Setiap baris memberi proteksi kurs yang sama. Yang berubah hanya besar eksposur terhadap harga emas dunia. Pertanyaan alokasi karena itu bukan "berapa banyak proteksi kurs", melainkan berapa besar risiko harga emas dolar yang ditambahkan di atas proteksi yang sudah penuh.
Korelasi
Diukur pada imbal hasil tahunan 2022 sampai 2026 berjalan, korelasi antara harga emas dalam dolar dan kurs USD/IDR adalah −0,272. Tandanya negatif, sesuai dugaan strukturalnya: dolar global yang kuat menekan harga emas sekaligus menaikkan USD/IDR. Besarannya lemah, dan lima pengamatan tahunan adalah sampel kecil — angka ini menunjukkan arah, bukan presisi.
Yang lebih menentukan adalah selisih volatilitasnya:
| Komponen | Volatilitas tahunan |
|---|---|
| Harga emas dalam dolar | 28,02% |
| Kurs USD/IDR | 3,92% |
| Rasio | 7,16× |
Mesin yang ditambahkan berayun tujuh kali lebih lebar daripada mesin yang hendak dilindungi. Bobot varians-minimum yang mengikuti dari korelasi dan volatilitas itu — w* = −ρ × σkurs ÷ σemas — adalah 3,80%. Jika satu-satunya tujuan adalah meminimalkan ayunan portofolio, aritmetika menempatkan emas hampir nol.
Bobot 3,80% bukan jawaban akhir, karena varians bukan satu-satunya hal yang diukur investor. Bagian berikutnya mengukur drawdown, dan bagian sesudahnya mengukur apa yang dibayar untuk menanggungnya.
Drawdown dalam Rupiah, 2026
Drawdown diukur dari puncak ke palung terdalam sesudahnya, seluruhnya dalam rupiah, pada tanggal yang dinyatakan:
| Aset | Puncak | Palung | Drawdown |
|---|---|---|---|
| Kas dolar (JISDOR) | Rp18.171 · 8 Juni | Rp17.819 · 22 Juni | −1,94% |
| Emas dunia (US$/oz) | 5.589,38 · 28 Januari | 4.000 · 24 Juni | −28,44% |
| Antam harga jual | Rp3.168.000 · 29 Januari | Rp2.601.000 · 21 Juli | −17,90% |
| Antam harga buyback | Rp2.989.000 · 29 Januari | Rp2.341.000 · 20 Juli | −21,68% |
Baris pertama dan baris terakhir adalah yang dialami pemegang rupiah pada nilai yang benar-benar dapat dicairkan. Jaraknya 11,2 kali.
Angka buyback dipakai sebagai ukuran emas karena itulah harga yang diterima pemegang saat menjual. Selisihnya terhadap harga jual pada 8 Agustus 2026 adalah Rp179.000 per gram, atau 6,65% dari harga jual.
Skenario Suku Bunga AS: Lima Rejim Terukur
Tabel berikut menempatkan tiap tahun pada arah kebijakan The Fed dan mengukur apa yang diterima pemegang rupiah:
| Rejim The Fed | Tahun | Emas (US$) | USD/IDR | Emas (Rp) | Selisih emas atas kas dolar |
|---|---|---|---|---|---|
| Pengetatan agresif +425 bp | 2022 | ~0% | +9,32% | +9,68% | +0,36 pp |
| Puncak 5,25–5,50% lalu tahan | 2023 | +13,10% | −1,24% | +11,70% | +12,94 pp |
| Pemangkasan −100 bp | 2024 | +27,20% | +4,52% | +32,95% | +28,43 pp |
| Pemangkasan lanjutan | 2025 | +67,08% | +4,20% | +74,10% | +69,90 pp |
| Tahan dengan kenaikan dihargai | 2026 s.d. 7 Agu | −1,10% | +6,81% | +5,63% | −1,18 pp |
Dua baris ujung adalah rejim ketat. Pada 2022, ketika The Fed menaikkan 425 basis poin dan rupiah melemah 9,32%, emas dalam rupiah berada 0,36 poin persentase di atas kas dolar. Pada 2026 berjalan, ketika pasar menghargai kenaikan, emas berada 1,18 poin persentase di bawah. Pada kedua tahun itu selisihnya berada di bawah satu setengah poin persentase.
Dua baris pemangkasan berperilaku berbeda dalam ordo besaran: +28,43 dan +69,90 poin persentase.
Posisi hari ini. The Fed menahan 3,50%–3,75% pada 29 Juli 2026, pertemuan kelima berturut-turut, dengan suara 9–3 dan tiga suara berbeda menghendaki kenaikan. Imbal hasil riil Treasury Inflation-Protected Securities tenor 10 tahun berada di 2,41% pada 7 Agustus, naik 0,52 poin persentase dalam setahun. Data tenaga kerja Juli yang turun 23.000 memangkas peluang kenaikan September ke sekitar 44% dari 57%. Kondisi berjalan berada pada baris terakhir tabel, dengan pergeseran ke arah baris kedua.
Transmisi Jangka Pendek: Hitungan Bulan
Kenaikan imbal hasil riil 0,52 poin persentase bergerak melalui tiga saluran yang terbaca dalam hitungan bulan.
Arus keluar dari emas kertas. Produk berbasis emas mencatat penebusan neto 45 ton pada kuartal II 2026, dan harga emas dunia turun 16% pada kuartal itu — koreksi kuartalan terdalam sejak 2013.
Tekanan pada kurs melalui selisih imbal hasil. Aliran keluar dari surat berharga negara dan saham domestik menambah permintaan dolar. Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 100 basis poin kumulatif pada Mei dan Juni 2026 ke 5,75%, dan cadangan devisa turun dari US$156,5 miliar pada akhir 2025 ke US$145,3 miliar pada akhir Juli, setara 5,5 bulan impor.
Pelebaran premi domestik emas. Jarak harga jual Antam terhadap nilai emas dunia dalam rupiah melebar dari 5,24% pada awal tahun ke 7,72% pada 8 Agustus. Pembeli baru menanggung premi yang lebih lebar itu pada harga masuknya.
Pada horizon ini, kas dolar merespons lebih cepat karena bergantung pada satu variabel saja, dan drawdown-nya 11,2 kali lebih dangkal.
Transmisi Jangka Panjang: Hitungan Tahun
Ongkos masuk-keluar emas fisik dibayar sekali, sehingga bebannya per tahun mengecil sebanding lama simpan:
| Lama simpan | Beban spread per tahun | Ambang kenaikan emas agar setara deposito rupiah |
|---|---|---|
| 1 tahun | 6,65% | 9,45% |
| 2 tahun | 3,27% | 6,07% |
| 5 tahun | 1,30% | 4,10% |
| 10 tahun | 0,65% | 3,45% |
Beban tahunan turun 10,3 kali antara simpanan satu tahun dan sepuluh tahun.
Permintaan resmi bergerak pada horizon yang sama. Bank sentral dunia membeli 288,9 ton neto pada kuartal II 2026, rekor kuartal kedua dan naik 62% dari 177,9 ton pada kuartal II 2025 — pada kuartal ketika harga turun 16%. World Gold Council merevisi angka kuartal I dari 244 ton menjadi 57 ton, sehingga semester I sebesar 345 ton menjadi paruh pertama terendah sejak 2022. Survei cadangan lembaga yang sama mencatat 89% pengelola cadangan memperkirakan kepemilikan emas global naik dalam 12 bulan ke depan, dan 74% memperkirakan kepemilikan dolar turun dalam lima tahun ke depan.
Alokasi: Bobot yang Mengikuti dari Toleransi Drawdown
Bobot emas dapat diturunkan langsung dari satu angka yang ditetapkan investor sendiri — drawdown terdalam yang bersedia ditanggung pada porsi defensif portofolionya — dan dua angka yang sudah terukur di atas:
w = (drawdown yang ditoleransi − 1,94%) ÷ (21,68% − 1,94%)
| Lapis | Toleransi drawdown | Bobot emas | Bobot kas dolar | Imbal hasil tambahan pada rejim ketat | Imbal hasil tambahan pada rejim pemangkasan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 3% | 5,4% | 94,6% | −0,02 pp | +2,64 pp |
| 2 | 5% | 15,5% | 84,5% | −0,06 pp | +7,62 pp |
| 3 | 8% | 30,7% | 69,3% | −0,13 pp | +15,09 pp |
| 4 | 10% | 40,8% | 59,2% | −0,17 pp | +20,07 pp |
| 5 | 15% | 66,2% | 33,8% | −0,27 pp | +32,53 pp |
Kriteria lapis dinyatakan pada kolom kedua: drawdown maksimum yang ditoleransi pada porsi defensif, diukur puncak ke palung dalam rupiah. Dua kolom terakhir memakai selisih rata-rata terukur dari tabel rejim — −0,04 poin persentase per 10 poin persentase bobot pada rejim ketat, +4,92 poin persentase pada rejim pemangkasan.
Setiap baris memberi proteksi kurs 100%. Yang dipilih investor pada tabel ini adalah kedalaman ayunan yang bersedia ditanggung, bukan besar proteksinya.
Asimetri: Yang Dibayar dan Yang Diterima
Menggabungkan tabel rejim dengan tabel bobot menghasilkan angka penentu seluruh susunan ini.
Setiap 10 poin persentase bobot emas menghasilkan:
- −0,04 poin persentase pada rejim pengetatan dan rejim tahan-dengan-kenaikan-dihargai, rata-rata 2022 dan 2026 berjalan
- +1,29 poin persentase pada rejim tahan di puncak, 2023
- +4,92 poin persentase pada rejim pemangkasan, rata-rata 2024 dan 2025
Imbalan pada rejim pemangkasan berukuran 120,5 kali ongkos pada rejim pengetatan.
Asimetri itulah alasan aritmetis untuk memegang keduanya. Bukan karena emas unggul pada satu rejim — melainkan karena harga salah membaca rejim ketat mendekati nol, sementara hasil membaca rejim pemangkasan dengan benar berukuran besar. Investor yang memegang 30,7% emas dan salah tentang arah suku bunga selama satu tahun ketat kehilangan 0,13 poin persentase. Investor yang memegang nol emas dan melewatkan satu tahun pemangkasan kehilangan 15,09 poin persentase.
Sensitivitas. Bobot pada toleransi 8% bergeser bersama asumsinya. Menggerakkan drawdown emas antara 17,90% (harga jual Antam) dan 28,44% (emas dunia dalam dolar), dan drawdown kas dolar antara 1,42% dan 4,00%:
| Bobot emas pada toleransi 8% | |
|---|---|
| Batas bawah | 16,4% |
| Titik tengah | 30,7% |
| Batas atas | 39,9% |
Rentangnya 2,44 kali. Pada drawdown emas 28,44% dengan toleransi 3%, bobotnya turun ke 4,0% — mendekati bobot varians-minimum 3,80% yang dihitung sebelumnya, dari dua metode yang berbeda.
Peta Instrumen
Peringkat berikut disusun menurut kriteria yang dinyatakan dan dapat diperiksa: ongkos masuk-keluar yang diketahui di muka, ditambah imbal hasil berjalan. Keduanya diketahui sebelum posisi dibuka; arah harga tidak.
Instrumen berbasis emas
| Lapis | Instrumen | Ongkos masuk-keluar | Imbal hasil berjalan |
|---|---|---|---|
| 1 | Emas batangan fisik | Rp179.000 per gram pada 8 Agu 2026, 6,65%; melebar 6,06% pada pecahan 0,5 gram terhadap 1.000 gram | Nol |
| 2 | Tabungan emas digital | Selisih beli-jual ditetapkan penerbit | Nol |
| 3 | Produk pasar modal berbasis emas | Biaya transaksi bursa dan biaya pengelolaan | Nol |
Instrumen berbasis dolar AS
| Lapis | Instrumen | Ongkos masuk-keluar | Imbal hasil berjalan |
|---|---|---|---|
| 1 | Rekening valas | Selisih kurs beli-jual bank | Mendekati nol |
| 2 | Deposito dolar | Selisih kurs pada masuk dan keluar | Plafon penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan 2,00% bruto, 1,60% neto |
| 3 | Obligasi berdenominasi dolar | Biaya transaksi, ditambah risiko harga dan durasi | Kupon, dengan risiko harga |
Ongkos itu menetapkan ambangnya. Deposito rupiah pada plafon penjaminan 3,50% memberi 2,80% neto setelah pajak final 20%; deposito dolar 2,00% memberi 1,60% neto. Selisih 1,20 poin persentase per tahun adalah biaya carry memegang dolar, sehingga rupiah perlu melemah sekurangnya sebesar itu agar posisi dolar setara. Realisasi 2026 berjalan, +6,81% dalam tujuh bulan, melampauinya beberapa kali lipat.
Pembelian emas batangan oleh konsumen akhir dikecualikan dari pemungutan PPh Pasal 22 berdasarkan PMK 48/2023 sebagaimana diubah PMK 52/2025. Pada penjualan kembali di atas Rp10 juta, tabel simulasi resmi menerapkan pungutan 0,25% dari nilai buyback — Rp595.000 atas Rp238.000.000 — ditambah meterai Rp10.000, dan pungutan itu bersifat tidak final sehingga dapat diperhitungkan sebagai pembayaran pajak tahun berjalan.
Sisi Lain
Empat keberatan berdiri terhadap susunan di atas.
Lima pengamatan tahunan adalah sampel kecil. Korelasi −0,272 dan volatilitas 28,02% dihitung dari lima titik. Rentang kepercayaan pada sampel sebesar itu lebar, dan seluruh bobot yang mengikuti darinya mewarisi ketidakpastian tersebut.
Rejim pemangkasan 2024 dan 2025 memuat lebih dari suku bunga. Kenaikan 67,08% pada 2025 bertepatan dengan pembelian bank sentral yang besar dan ketegangan geopolitik. Mengatributkan seluruhnya pada arah suku bunga akan melebihkan daya prediksi kolom rejim.
Drawdown adalah ukuran ke belakang. Angka −21,68% mengukur satu episode pada 2026. Drawdown emas dalam dolar mencapai 28% pada 2013 dan lebih dalam lagi pada 1980-an; menetapkan bobot dari satu episode terbaru akan memberi bobot yang lebih tinggi daripada rentang sejarah yang lebih panjang.
Tanggal masuk menggerakkan hasil lebih besar daripada bobot. Pembeli Antam pada puncak Rp3.168.000 tanggal 29 Januari masih berada 15,09% di bawah harga masuknya hari ini, pada bobot berapa pun.
Angka yang Akan Menguji Susunan Ini
Satu temuan yang saya pegang dari data di atas: ongkos memegang emas pada rejim ketat berukuran −0,04 poin persentase per 10 poin persentase bobot, sementara imbalannya pada rejim pemangkasan berukuran +4,92 — asimetri 120,5 kali yang membuat kombinasi keduanya lebih murah daripada memilih salah satu.
Empat rilis berikut akan menunjukkan apakah susunan itu bertahan.
Indeks Harga Konsumen AS Juli, 12 Agustus 2026. Inflasi inti yang menguat mengembalikan peluang kenaikan September dari sekitar 44%, menaikkan imbal hasil riil dan menempatkan kondisi tetap pada baris terakhir tabel rejim.
Keputusan FOMC, 15–16 September 2026. Kenaikan 25 basis poin akan menjadi kenaikan pertama sejak 2023. Penahanan dengan jumlah suara berbeda yang mengecil menggeser kondisi ke arah baris kedua tabel, tempat selisih emas atas kas dolar terukur +12,94 poin persentase.
Cadangan devisa Agustus, rilis awal September 2026. Posisi yang turun lagi dari US$145,3 miliar sambil kurs bertahan di atas Rp17.900 menaikkan drawdown kas dolar yang menjadi penyebut pada rumus bobot.
Gold Demand Trends kuartal III World Gold Council, akhir Oktober 2026. Pembelian bank sentral yang bertahan di atas 250 ton menegaskan permintaan resmi yang tidak sensitif harga. Penurunan tajam dari 288,9 ton menunjukkan bahwa permintaan resmi pun memiliki batas harga.
Premi harga jual Antam terhadap nilai emas dunia, kini 7,72%, dapat diperiksa setiap hari terhadap harga penutupan emas dunia dan kurs JISDOR pada tanggal yang sama.
Referensi
- PT Aneka Tambang — Logam Mulia, harga jual dan buyback harian: https://www.logammulia.com
- Bank Indonesia — JISDOR dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia: https://www.bi.go.id/id/statistik/informasi-kurs/jisdor/default.aspx
- Bank Indonesia — siaran pers cadangan devisa Juli 2026 dan hasil Rapat Dewan Gubernur Juli 2026
- Badan Pusat Statistik — Berita Resmi Statistik Inflasi Juli 2026: https://www.bps.go.id
- Federal Reserve — pernyataan dan implementation note FOMC 29 Juli 2026: https://www.federalreserve.gov/monetarypolicy/fomccalendars.htm
- Federal Reserve — H.15 Selected Interest Rates: https://www.federalreserve.gov/releases/h15/
- U.S. Bureau of Labor Statistics — Employment Situation, Juli 2026
- World Gold Council — Gold Demand Trends Q2 2026 dan Central Bank Gold Reserves Survey 2026: https://www.gold.org/goldhub/research/gold-demand-trends/gold-demand-trends-q2-2026
- Lembaga Penjamin Simpanan — Tingkat Bunga Penjaminan: https://lps.go.id
- Kementerian Keuangan — PMK 48/2023 dan PMK 52/2025: https://jdih.kemenkeu.go.id
